RUNNING MEDITATION, PART 6

Spread the love

Salam sobat runner semua, lanjutkan lagi tulisan Running Meditation setelah cukup lama juga mentok di part 5.

Kali ini kita belajar meditasi dasar, seperti apa kita lihat yah dan seperti sudah dikatakan di tulisan sebelumnya, kuncinya adalah “kesadaran”.

Praktik meditasi dasar

Sebetulnya yang namanya meditasi itu bisa dilakukan dalam berbagai posisi dari yang paling mudah sampai paling sulit, contohnya coba lihat deh pose-pose yoga. Tapi disini kita pakai yang gampang-gampang aja deh, boleh sambil berdiri, sambil duduk bisa di kursi atau di lantai, atau sambil tiduran pun sebetulnya bisa cuma kurang baik lah ini.

Yang paling penting diperhatikan adalah postur badan harus tegak, punggung harus lurus, dan idealnya memang tulang punggung terutama tulang ekor sedekat mungkin ke tanah.

Kali ini untuk contoh kita coba posisi yang paling basic saja deh.

Duduk rileks di lantai, kalau pantatnya sakit boleh dialasi tapi sedikit saja jangan terlalu tinggi. Posisi kaki seperti bersila kaki kanan diletakkan di atas kaki kiri. Punggung lurus, tangan rileks saja tidak harus pakai mudra karena saya juga nggak hafal macam-macam dan fungsinya begitu hehehe, mata boleh dipejamkan.

Sekarang coba hadir, bawa kesadarannya kesini. Coba ngeh saja dulu kita lagi ngapain. Lalu perlahan rasakan tubuh dari mulai dari kepala sampai kaki, ini kita sekalian juga mulai belajar body scanning yang nantinya akan kita bawa juga saat kita berlari dan akan terasa juga manfaatnya disitu. Kalau sudah lebih advance lagi dengan body scanning ini nantinya bisa merasakan bagian-bagian tubuh yang ada di dalam lho yang sehari-harinya kita nggak pernah ngeh.

Kemudian coba perhatikan dan rasakan juga lingkungan sekitar seperti apa, dingin, panas, berisik, sepi, apapun itu. Biarkan saja apapun itu, kita saat ini cuma berperan jadi pengamat termasuk ketika (dan pasti) ada pikiran dan perasaan macam-macam berseliweran di kepala.

Kemudian lakukan napas perut, ini sudah dibahas di Running Meditation part 4, seperti inilah videonya:

Coba pelan-pelan tarik napas melalui hidung sampai mentok lalu pelan-pelan buang lagi melalui hidung juga sampai mentok, ulangi seperti itu. Kalau belum biasa ini eungap pasti makanya saya bilang di part 4 coba biasakan dulu napas perutnya.

Sambil melakukan napas coba mulai fokus pikiran dan perasaan kesitu, amati dan ikuti aliran napasnya. Ingat selalu ya, non-judgmental alias tanpa menghakimi.

Rasakan dan nikmati sensasinya.

Terus lakukan begitu, cukup 5 atau 10 menit saja deh untuk pemula sih tapi lakukan rutin setiap hari kalau bisa sehari itu dua atau tiga kali. Nanti setelah mulai terbiasa durasinya bisa ditambah jadi 15 atau 20 menit, jadi 30 menit, bahkan 1 jam atau lebih juga bisa.

Tutup dengan bersyukur, bukan sekedar ucapan di mulut syukur Alhamdulillah atau sejenisnya, tapi lakukan dengan hati. Rasakan betul, hayati betul bersyukur tuh seperti apa. Kalau bingung mau mensyukuri apa mentang-mentang dompet kosong apa saja deh syukuri, kita masih hidup, masih sehat, masih duduk bermeditasi, masih makan enak, apapun lah.

Segitu dulu, gampang banget kan sebetulnya yang namanya meditasi itu?

Selamat mencoba dan nantikan kelanjutannya, salam.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *