PROGRAM LATIHAN LARI 2020

Spread the love

Tahun 2020 ini benar-benar unik, tentu saja akibat dari adanya wabah Covid-19 ini dampaknya luar biasa luas dalam skala global, akibatnya dunia olahraga juga terkena dampaknya termasuk juga dengan dunia lari.

Event-event olahraga besar kecil dibatalkan, jadwal latihan juga terganggu, bahkan untuk sekedar olahraga ringan saja juga banyak orang tidak berani untuk keluar. Kalaupun masih berani biasanya dilakukan dengan menghindari keramaian, mengurangi porsi, sampai menggunakan masker. Yang terakhir ini sangat menyiksa untuk lari.

Bisa dibayangkan yah bagaimana para race management yang sudah mempersiapkan berbagai acara, ada Borobudur Marathon, Pocari Sweat Bandung dan Solo, Jogja Marathon, dan banyak lagi, bayangkan berapa angka kerugian mereka. Belum lagi event kelas internasional seperti Tokyo Marathon, Berlin Marathon, Olimpiade 2020, wuih entahlah angkanya berapa itu.

Demi meminimalisir kerugian dan agar tidak mengecewakan peserta beberapa race management terpaksa mengubah formatnya menjadi virtual race, seperti misalnya Borobudur Marathon.

Lihat postingan ini di Instagram

#BorobudurMarathon2020

Sebuah kiriman dibagikan oleh Borobudur Marathon (@borobudur.marathon) pada

Kebetulan saya sih belum terdaftar di event lari manapun tahun ini jadi masih lumayan lah, duit masih aman begitu, hehehe. Cuma memang dari semangatnya jadi berbeda sekali ya kalau tidak ada target. Terasa sekali menurun sejak mulai masa-masa karantina dan social distancing sekitar bulan Maret atau April lalu.

Padahal saya lagi menjalani program latihan Belajar Santuy sejak akhir Januari 2020 itu, itu adalah program latihan lari dengan konsep low heart rate training. Nah akibat dari karantina dan social distancing itu frekuensi saya lari di luaran sangat menurun, ikut berpartisipasi saling menjagalah begitu. Cuma untungnya karena halaman rumah masih lumayan luas masih bisa lah lari keliling-keliling halaman barang 30-60 menit, cukup buat cari keringat dan jaga kondisi sayangnya nggak kuat lama-lama karena bosan yah putar puter disitu terus.

Apalagi ketika masuk bulan puasa mulai deh frekuensinya semakin menurun, semakin malas ditambah semakin sibuk urusan bisnis juga (yang ini sih jelas bersyukur banget) akhirnya kebablasan deh bolos terus.

Akibatnya sudah pasti program latihan Belajar Santuy tadi gagal total, plus kondisi fisik jadinya turun jauh deh.

Target 2020

Jadi apa target latihan saya untuk 2020 ini ya, mengingat ini sudah masuk pertengahan tahun juga?

Sepertinya sih tidak ada! Maksudnya tidak ada target spesifik harus bisa pace sekian atau target PB sekian, tetap ada target sih tapinya.

Target pertama itu sudah pasti meningkatkan kondisi fisik, sudah terasa badan nggak enak lama nggak olahraga.

Lalu target kedua, enjoy saja. Artinya tiap sesi lari itu haruslah enjoy dan hepi, saya juga sedang belajar untuk lebih banyak lagi berkomunikasi dengan tubuh. Jadi rasakan tubuh maunya bagaimana, apakah dia senang, apakah dia mau di-push, atau malah minta stop atau minta istirahat. Ini sangat halus jadi sangat butuh terus dilatih agar terbiasa, jadi larinya nggak pakai ego seenaknya memaksa tubuh karena kita nafsu ingin pace sekian padahal tubuhnya menolak.

Ketiga, form rileks. Ini sebetulnya basic dan setelah cukup lama dilatih form sepertinya sudah oke tinggal membiasakan lagi lari di cadence tinggi, targetnya 175-180 spm. Sejak latihan Belajar Santuy demi mengejar HR rendah saya sering mengubah-ubah cadence sampai sering turun ke 160-an rendah, tetapi hasilnya HR-nya tetap saja tinggi.

Pikir-pikir lagi mungkin itu karena tubuhnya tidak dibiarkan beradaptasi dengan cadence yang konstan, ini akibat dari cadence yang selalu berubah-ubah. Padahal seharusnya sih biarkan saja dibiasakan di cadence agak tinggi supaya lama-lama HR-nya akan beradaptasi sendiri.

Target ketiga adalah stamina, targetnya bisa lari dua jam plus itu masih terasa fresh, tidak masalah berapa pace-nya.

Tinggal bagaimana untuk mencapai target itu?

Program latihan 2020

Sebetulnya tidak ada program khusus untuk tahun ini, prinsip dasarnya saja kira-kira begini deh…

Saya tidak ada alokasi jadwal khusus seminggu harus sekian kali sesi walaupun diusahakan ada tiga sesi ringan dan satu long run. Yang saya lakukan malam hari sebelum tidur itu saya akan scan tubuh apa ada yang terasa aneh, lalu saya tanya tubuhnya “kamu mau diajak lari besok pagi?”. Kalau responnya ya maka saya akan lari pagi harinya.

Lari dengan dipandu metronome untuk membiasakan lagi cadence konsisten, dimulai dari 175 bpm dulu kemudian bertahap dinaikan sampai 180 bpm. Tujuannya supaya tubuhnya beradaptasi dengan cadence cepat hingga nantinya HR akan turun sendiri.

Volume tiap sesi tidak lagi menggunakan jarak tetapi waktu, saya targetkan tiap sesi reguler antara 60-90 menit dan long run di weekend antara 2-3 jam, dengan catatan tubuhnya memang mau diajak begitu. Jadi setiap 30 menit saya akan scan dan tanya tubuh saya apa masih mau lanjut, kalau sudah ingin pulang ya sudah jangan maksa.

Semua sesi dilakukan dengan effort easy dan pace santai, tahun ini sama sekali tidak ada target kecepatan atau pace.

Lakukan setiap sesi dengan enjoy, hepi, dan being present (ini prinsip-prinsip meditasi).

Sudah seperti itu saja program latihan lari saya untuk 2020 ini, kita lihat nanti bagaimana kondisinya 2021, semoga segala tetek bengek Covid-19 ini sudah nggak ada atau nggak pengaruh lagi.

Bagaimana dengan program lari kalian nih?

Saya harap lancar-lancar semua ya, stay safe, stay happy, dan tak kalah penting stay sane and aware alias tetap eling dan waspada.

Salam…

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

19 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *