PRAKTIK MEDITASI DASAR

Spread the love

Salam sejahtera sobat semua, kali ini kita belajar praktik meditasi dasar. Sebetulnya sih sudah pernah dibahas di tulisan Running Meditation part 6 tapi saya putuskan buat artikel sendiri saja yang terpisah dengan urusan running.

Bagi sobat yang belum tahu apa itu meditasi saya sarankan baca dulu tulisan Mengenal Meditasi.

Saya berasumsi kita akan bermeditasi dalam pengertian relaksasi, karena seperti saya katakan di tulisan Mengenal Meditasi pengertian meditasi itu bisa berbeda-beda tergantung si praktisinya.

Jadi di sini kita akan melakukan meditasinya dengan teknik relaksasi, caranya kita fokuskan pikiran kita ke napas sebagai obyek fokusnya.

Praktik meditasi

Posisinya bebas, boleh duduk atau berdiri, atau mau berbaring juga boleh cuma ini rawan ketiduran biasanya. Yang terpenting adalah postur badan harus tegak, punggung harus lurus, dan idealnya memang tulang punggung terutama tulang ekor sedekat mungkin ke tanah.

Untuk contoh saya kasih posisi duduk bersila yang paling basic.

Posisi meditasi basic

Duduk rileks idealnya di lantai tapi kalau tidak bisa nggak apa-apa, kalau pantatnya sakit boleh dialasi tapi sedikit saja jangan terlalu tinggi. Posisi kaki seperti bersila kaki kanan diletakkan di atas kaki kiri. Punggung lurus, tangan bebas yang penting rileks saja, mata boleh dipejamkan.

Rileks ya, serileks mungkin.

Sekarang kita mulai sadari. Sadari itu gampang aja maksudnya, itu artinya kita ngeh, kita tahu.

Sadari bahwa kita sedang duduk artinya kita tahu kita sedang duduk, sadari juga tubuh kita posisinya seperti apa, pikiran dan perasaan sedang seperti apa. Asal kita tahu saja tidak perlu dipikirkan.

Kemudian sadari juga tempat kita duduk itu seperti apa, lalu lingkungan sekitar seperti apa. Cukup tahu saja tidak perlu dipikirkan.

Pada intinya ketika kita bermeditasi kita hanya menjadi pengamat pasif. Yang namanya pengamat pasif itu artinya diam saja cuma mengamati. Terserah apapun yang terasa, apapun yang terlintas di pikiran, pokoknya apapun itu kita cuma diam dan biarkan saja. Kita cukup tahu saja dia ada tapi sama sekali tidak terlibat di situ, cuek lah begitu.

Kalau sudah sekarang mulailah bernapas perlahan, tarik melalui hidung buang juga melalui hidung, lakukan serileks mungkin dan senyaman mungkin. Tidak perlu dipaksa. Saya memang ada menyarankan gunakan napas perut di tulisan Running Meditation part 4 tapi kalau tidak bisa atau tidak biasa ya bernapas seperti biasa sajalah.

Sambil kita menarik dan membuang napas itu sambil kita sadari, ikuti saja napasnya, fokuskan pikirannya ke napas dengan sangat rileks tanpa ada paksaan. Kalau kebetulan pikirannya keluyuran kesana kemari tinggal kita bawa balik lagi saja ke napas.

Ini dia bagian yang paling penting: nikmati!

Selamat kamu sudah bermeditasi!

Iya sesimpel itu yang namanya bermeditasi, gitu doang!

Lakukan saja terus begitu, untuk pemula cukup 5 atau 10 menit saja tapi lakukan rutin setiap hari. Lebih baik lagi kalau dalam sehari kita lakukan dua atau tiga sesi. Nanti setelah mulai terbiasa durasinya bisa ditambah jadi 15 atau 20 menit, jadi 30 menit, bahkan 1 jam atau lebih juga bisa.

Tutup dengan bersyukur, bukan sekedar ucapan di mulut syukur Alhamdulillah atau sejenisnya tapi lakukan dengan hati. Rasakan betul, hayati betul bersyukur tuh seperti apa. Kalau bingung mau mensyukuri apa mentang-mentang dompet kosong apa saja deh syukuri, kita masih hidup, masih sehat, masih duduk bermeditasi, masih makan enak, apapun lah.

Segitu dulu, gampang banget kan sebetulnya yang namanya meditasi itu? Kita bisa menggunakan sesuatu yang lain selain napas untuk fokus. Kita bisa gunakan suara atau musik lalu kita fokus mendengarkan itu (ini saya paling suka), atau bisa juga gunakan nyala lilin dan kita fokuskan penglihatan kesitu. Apapun itu yang bisa kita gunakan sebagai jangkar agar pikiran tidak keluyuran kemana-mana, yang terpenting adalah kita bisa enjoy bermeditasinya.

Tulisan berikutnya kita akan berkenalan dengan yang namanya mindfulness, silakan disimak.

Selamat mempraktikan meditasi dan salam sejahtera.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *