MENGENAL 8 TIPE LATIHAN LARI

Spread the love

Sobat runner, tahukah kamu bahwa ternyata latihan lari itu ada bermacam-macam lho. Berikut kita akan lihat delapan tipe latihan lari yang paling umum dipraktikan di seluruh dunia.

Untuk kita-kita yang baru mulai berlari memang tidak perlulah melahap semua menu latihan lari ini, cukup base run dan long run saja rutin dulu. Tetapi bagi yang sudah lebih serius menekuni lari apalagi yang berorientasi race sepertinya sudah harus mulai diatur menu latihannya.

Oke kita lihat yah sekarang.

1. Base run

Base run ini lari dasar lah, lari yang kita lakukan sehari-hari. Jaraknya sedang saja tidak terlalu jauh, pace yang naturalnya kita saja. Ini adalah porsi terbesar latihan lari kita.

2. Long run

Ini adalah lari jarak jauh, lari terjauh dalam seminggu. Fungsinya untuk membangun stamina dan ketahanan, juga melatih mental dan efisiensi.

Tentang long run saya ada satu tulisan khusus bisa dibaca di Mengenal Long Run, Menu Latihan Pokok Bagi Pelari.

3. Tempo run

Tempo run ini adalah latihan lari dalam pace tercepat yang bisa dipertahankan selama 30 menit, atau sampai 1 jam bagi runner yang lebih fit. Tujuannya adalah menggeser batas laktat hingga membuat runner lebih bisa bertahan lama berlari dalam pace cepat.

4. Interval

Ini adalah latihan kecepatan tinggi yang dibagi menjadi segmen kecil-kecil, tiap segmen diselingi oleh recovery bisa itu jogging atau berjalan. Nantinya masa recovery ini akan semakin dikurangi hingga nantinya si runner mampu berlari cepat dalam waktu yang lebih lama.

5. Recovery

Recovery ini fungsinya untuk pemulihan setelah latihan berat, dilakukan dalam very easy pace dan jarak dekat. Recovery run ini bila dilakukan dengan benar akan merangsang perbaikan sel-sel yang rusak akibat latihan berat dan juga membersihkan sisa laktat di otot.

6. Progression run

Progression ini adalah lari dimulai dari pace yang lambat dan diakhiri oleh pace yang lebih cepat. Jadi selama berlari kita naikan pace secara bertahap.

7. Hill repeats

Hill repeats adalah latihan lari cepat di tanjakan, dilakukan dengan intensitas tinggi tapi dalam jarak pendek. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas aerobic, power, juga toleransi terhadap rasa sakit dan lelah.

8. Fartlek

Suka pengen ketawa kalau dengar fartlek, ini adalah Bahasa Swedia yang artinya permainan kecepatan. Jadi pada intinya kita lari sambil bermain-main dengan kecepatan saja, kita berlari selang-seling antara kecepatan rendah, sedang, dan kecepatan tinggi. Porsinya semau gue.

Nah kalau kita sudah tahu jenis dan fungsinya masing-masing tinggal menyusun menu latihan saja ya sesuai kebutuhan. Tidak semua harus dilakukan lho, lihat dulu kebutuhan kita apa baru susun menunya.

Oke tengkyu sudah menyimak, semoga bermanfaat dan nantikan episode selanjutnya.

Salam.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *