RUNNING MEDITATION, PART 1

Spread the love

Sobat runner tahu meditasi kan ya? Sedikit banyak sih tahu ya pasti.

Meditasi ini sebetulnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu tapi baru belakangan ini sepertinya orang mulai aware lagi, mulai banyak digali dan dipraktikan lagi setelah sebelum-sebelumnya hanya kalangan tertentu saja yang mempraktikan. Praktik meditasi yang paling populer adalah Yoga yang asalnya dari India sana sekarang sudah menyebar sangat luas ke berbagai belahan dunia.

Dan ternyata nih, lari itu bisa juga lho dijadikan meditasi. Jadi running meditation atau meditasi berlari begitu. Lho memang meditasi apa hubungannya sama lari ya?

Kita lihat yah…

Meditasi

Meditasi banyak dipahami sebagai sebuah praktik atau laku untuk menurunkan gelombang otak dan menenangkan atau mengosongkan pikiran. Jadi wajar memang kalau mayoritas orang mempraktikan ini baru dalam rangka seputar relaksasi dan melepas stres atau segala beban pikiran.

Bicara masalah gelombang otak manusia, ternyata memang aktivitas otak manusia ini membentuk gelombang-gelombang yang bisa diukur dengan alat electroencephalography atau disingkat EEG. Gelombang-gelombang ini dikelompokkan berdasarkan rentang frekuensinya, dimulai dari yang tertinggi adalah beta, lalu di bawahnya ada alpha, lalu theta, dan terakhir delta.

Beta adalah gelombang otak tertinggi ketika kita aktif berkegiatan sehari-hari sementara delta adalah gelombang otak terendah ketika kita tidur pulas. Adapun gelombang otak yang biasa diasosiasikan dengan meditasi adalah gelombang theta, gelombang ini berkaitan dengan hal-hal positif seperti intuisi, kreatifitas, kecerdasan, dan kemampuan belajar.

Salah satu contohnya adalah kenapa anak-anak usia di bawah tujuh tahun sangat cepat belajar dan sangat kreatif karena otak mereka berada di gelombang theta dimana intuisi dan daya tangkap mereka saat itu sangat tajam.

Adapun berdasarkan penelusuran saya dari sumber-sumber Timur baik itu Indonesia, Cina, dan para Yogi India (via the all-knowing mbah Google tentu), meditasi sebetulnya adalah sebuah perjalanan menyelam ke dalam diri untuk menemukan suatu “kesadaran” yang lebih tinggi, menuju pencerahan atau enlightment lah begitu.

Jadi meditasi menurut pandangan Timur bermakna spiritual sementara pandangan Barat umumnya masih melihatnya sebatas bentuk olahraga atau terapi kesehatan. Walaupun ada juga sih orang-orang Barat yang sudah mulai bermeditasi dalam rangka berspiritual.

Olah pikiran dan rasa

Kalau berdasarkan pemahaman saya meditasi itu sederhana saja, yaitu olah pikiran dan rasa. Untuk menjelaskannya coba lihat di gambar berikut yang saya comot dari informationisbeatutiful.net:

Terjemahannya adalah bermeditasi adalah menyadari dan mengamati dengan rileks apapun yang terjadi, baik hal itu menyenangkan atau tidak. Tujuannya bukan hendak mengosongkan pikiran, tetapi mengamati momen ini tanpa ada penilaian.

Kuncinya disini adalah: kesadaran.

Jadi bukan pikiran kosong atau blank yah tapi malah justru harus sadar, hadir di situ. Dengan kesadaran penuh kita jalani tiap-tiap momennya. Agar tidak liar pikiran kita fokuskan untuk tetap di momen ini untuk mengamati dan merasakan apa saja yang ada disitu, tanpa harus menilai. Rileks, damai, ringan tanpa beban. Ini kenapa saya katakan meditasi adalah olah pikiran dan rasa.

Bagaimana rasanya?

Sulit untuk mendeskripsikan bagaimana rasanya berada dalam kondisi meditatif karena hal ini hanya bisa dirasakan oleh yang bersangkutan. Seperti rasa cinta lah misalnya, sulit yah kalau diceritakan seperti apa. Tapi bagi orang yang bersangkutan sih tahu betul itu, soalnya memang benar-benar terasa.

Yang paling umum dirasakan antara lain adalah kondisi pikiran yang tenang dan jernih, kemudian perasaan juga menjadi lebih sensitif, tenang, penuh kasih sayang, damai tanpa dihantui rasa takut, marah, kuatir atau perasaan-perasaan negatif lainnya.

Hal itu tentu berdampak sangat baik untuk kesehatan dan kejiwaan seseorang, dan itulah kenapa meditasi terutama Yoga menjadi semakin populer di berbagai belahan dunia Barat maupun Timur, terutama sekali sebagai terapi menghilangkan stres. Bahkan masyarakat negara-negara Barat yang pada dasarnya sangat mengedepankan logika dan tidak ambil pusing masalah spiritual juga akhirnya malah banyak yang mempraktikan meditasi karena tingkat stres mereka sudah terlalu tinggi.

Pada meditasi tingkatan lebih tinggi lagi kesadaran diri akan meningkat lebih jauh lagi dimana seseorang akan bisa merasakan dan terhubung dengan apa-apa yang ada dalam dirinya dan sekitarnya. Puncaknya adalah ketika bisa merasakan dan terhubung dengan sumber dari segalanya. Inilah yang disebut “pencerahan” yang merupakan tujuan dari meditasi ala Timur, karena itulah bagi orang Timur meditasi itu sifatnya spiritual.

Oke yang belakangan itu bahasannya agak berat juga yah dan perjalanannya juga panjang, di sini kita bicara yang ringan-ringan saja deh.

Klenik dan mistis

Sayangnya praktik meditasi bagi sebagian masyarakat kita masih dianggap berhubungan dengan dunia klenik dan mistis. Praktiknya pun aneh-aneh, ada puasa mutih sampai berhari-hari, wirid sekian ribu kali, berdiam atau mandi di tempat-tempat tertentu, membakar menyan dan menyediakan sesajen, dan banyak lagi macamnya.

Kemudian juga ditambah lagi banyak beredar cerita bahwa para praktisi meditasi bisa sampai memiliki kemampuan ini dan itu yang ajaib, jadilah meditasi ini juga dihubungkan erat dengan kesaktian.

Akibatnya meditasi kerap mendapat cap miring, apalagi oleh kalangan agama tertentu sampai dilabeli sesat dan dilarang mempraktikannya karena anggapannya hal-hal klenik, mistis dan kesaktian itu di luar kodrat manusia dan berhubungan dengan dunia mahluk tak kasat mata. Hal-hal seperti itu dilarang dalam agama menurut mereka.

Padahal orang yang menyebut itu sebagai mistis atau klenik sebetulnya cuma gara-gara belum paham saja logikanya, kalau sudah paham sih biasa saja tuh. Tapi ya sudahlah, biarkan saja orang berpandangan seperi itu, apalagi kalau menyangkut agama ini bisa semakin sulit karena sangat sensitif.

Praktik meditasi

Praktik atau laku meditasi sebetulnya ada sangat beragam caranya, yang paling umum dikenal adalah duduk bersila seperti gambar tadi dengan mata terpejam sambil mengatur napas dan memfokuskan pikiran pada sesuatu. Posisi seperti ini kalau orang di kita biasa menyebutnya tapa atau semedi.

Kemudian kalau di Yoga itu posisinya ada banyak bermacam-macam, dan susah susah lagi!

Contoh pose Yoga
diambil dari https://www.coachyoga.org/

Ada juga yang ditambah suara-suara atau bentuk visual tertentu, musik dengan frekuensi nada tertentu, dan juga mantra-mantra. Tujuannya selain untuk rileksasi menurunkan gelombang otak juga untuk sugesti pikiran dan menyelaraskan antara vibrasi tubuh dengan alam.

Di luar meditasi dengan metode mengatur napas dalam posisi-posisi statis masih ada banyak cara lain dan tidak selalu harus posisi diam. Meditasi bisa dilakukan sambil bergerak, misalnya saja bela diri.

Coba deh kalau kita telusuri lebih jauh lagi para praktisi bela diri Timur sebetulnya sedang mempraktikan meditasi pada jurus-jurus yang rumit, contoh pencak silat saja deh kalau masih yang asli.

Atau kalau di luaran yang paling terkenal itu Shaolin deh misalnya, bahkan bagi seorang biksu Shaolin bukan hanya jurus bela diri tetapi segala kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari adalah meditasi, termasuk ketika mereka bersih-bersih atau makan sekalipun. Almarhum Bruce Lee juga begitu.

Para master pedang di kalangan samurai Jepang tempo dulu juga menerapkan prinsip-prinsip Zen dalam permainan pedang mereka.

Contoh yang kontemporer sekarang coba cari channel-nya D.K Yoo di Youtube, dia ini ahli bela diri asal Korea. Coba perhatikan betapa dia sangat memahami apa yang ada di balik setiap gerakannya, ini tidak mungkin bisa dilakukan tanpa adanya proses olah pikiran dan rasa di setiap gerakannya.

Seni juga bisa menjadi jalan meditasi, karena itu seniman yang benar-benar seniman biasanya nyeleneh bahkan dianggap gila kalau menurut pandangan orang kebanyakan, itu karena pola pikir dan kesadaran mereka memang jadinya jauh berbeda dari orang kebanyakan.

Lalu seks di kebudayaan-kebudayaan Timur juga adalah sarana meditasi (beuh, jadi alasan pembenaran nih padahal mah emang dasarnya doyan wkkkk). Kamasutra itu konon katanya bukan sekedar kitab seks tapi spiritualitas melalui seks, saya juga belum baca sih serius!

Jadi pada dasarnya segala kegiatan yang bisa membuat kita fokus dan sadar penuh terhadap apa yang sedang kita lakukan dan terhadap momen saat ini maka itu bisa dijadikan sarana meditasi.

Sekali lagi kuncinya adalah: kesadaran.

Ya, sekedar jalan kaki keliling perumahan juga bisa kok jadi meditasi. Bahkan memasak atau mandi sekalipun bisa juga sebetulnya asal ketika kita melakukannya dengan kesadaran penuh. Jadi ada banyak lah jalannya, cuma saya belum tahu juga tuh kalau main PUBG bisa nggak jadi meditasi, hehehe.

Karena banyak jalan untuk bermeditasi maka lari juga bisa kita jadikan sarana untuk bermeditasi, malah gabungan lari dan meditasi ini menurut saya sangat powerful dan sangat terasa manfaatnya baik itu untuk fisik maupun mental pikiran. Paling tidak saya merasanya begitu sih.

Performa lari sangat terbantu dengan meditasi, runner mana juga sih yang nggak mau meningkatkan performanya?

Jadilah praktik si running meditation ini alias meditasi sambil berlari. Yang kayak gimana sih?

Seperti apanya nanti dong, kita lanjut dulu penjelasan tentang kesadaran di tulisan Running Meditation part 2, stay tuned dan silakan tinggalkan jejak di kolom komentar.

Salam.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *