INI 7 TIPS BUAT KAMU PELARI PEMULA

Spread the love

Ini ada 7 tips buat kamu yang baru mau atau malah belum kepikiran untuk lari, simak yuk…

1. Mulailah SEKARANG!

Yes! Waktu yang tepat untuk mulai lari adalah sekarang, bukan nanti. Kalau kita bilang nanti chance is, nggak bakalan jadi!

Dan tau nggak apa yang paling sulit dari lari? Memulainya! Turun dari ranjang sampai keluar pintu rumah adalah hal tersulit untuk dilakukan. Tapi sekali kita keluar dan mulai melangkah, rasanya akan lebih ringan.

Jadi setiap kali terlintas kemauan untuk lari, segera lakukan!

2. Pakai pakaian yang cocok

Waktu kita lari itu badan kita bergerak, otot kita butuh tenaga, detak jantung akan meningkat dan suhu tubuh juga akan ikut meningkat. Itu yang jadi pertimbangan kita memilih pakaian.

Pertama tentu harus nyaman dipakai, jangan sampai terlalu ketat atau terlalu longgar, dan jangan juga yang berat. Ini akan memudahkan gerakan kita dan lebih menghemat tenaga.

Kemudian juga pilihan bahannya, hindari bahan yang tidak menyerap keringat karena akan membuat tubuh kita makin panas. Katun bisa jadi pilihan karena bahan ini menyerap keringat, hanya saja karena itu pakaian jadi semakin berat nantinya oleh keringat dan lama lama jadinya nggak nyaman juga.

Kaos dan celana lari dari Reebok berbahan speedwick

Yang paling baik adalah bahan khusus olahraga yang “breathable” atau “wick” yang bisa membantu penguapan keringat lebih cepat hingga suhu tubuh terjaga dan pakaian juga cepat kering. Cuma mungkin harganya ya agak lumayan lah.

Sebagai tambahan aksesori bisa juga pakai topi dan sunglass sebagai proteksi dari matahari, armband atau belt untuk membawa hp plus earphone untuk dengar musik dan aplikasi lari. Bila mau membawa botol air karena kita mau ke tempat-tempat tertentu bisa menggunakan belt khusus atau wadah model genggam. Yang jelas hindari aksesori yang memberatkan atau menghambat gerakan kita.

3. Pakai sepatu yang cocok

Sebetulnya lari tanpa alas kaki alias “nyeker” itu enak lho, dan kalau kita memang ingin belajar teknik lari yang benar dan alami nyeker ini sangat membantu. Apalagi dengan begitu syaraf-syaraf di telapak kaki akan dirangsang untuk lebih aktif dimana syaraf-syaraf ini berhubungan dengan berbagai organ di tubuh kita, ini sangat membantu tubuh menjadi lebih sehat.

Kalau kita pernah baca buku Born To Run karya Christopher McDougall, dia itu orang yang sangat fanatik dengan lari nyeker berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap suku Tarahumara di Mexico. Menurutnya “sepatu lari” itu tidak diperlukan dan cuma akal-akalan industri saja, ada benarnya juga sih menurut saya.

Masalahnya itu adalah safety saja, kalau kita lari di track lari yang bersih itu mungkin aman. Tapi kalau kita lari di jalanan, waduh resiko benda-benda tajam terinjak lumayan juga ya. Belum aspal panas kalau siang.

Jadi sepatu tetap kita masih perlu, tapi nggak usah yang terlalu mahal juga (harganya fantastis lho) karena memang sebetulnya kita nggak butuh, McDougall benar lho. Yang biasa saja, yang penting nyaman, nggak bikin susah, ringan, dan terjangkau. Banyak kok sepatu lari merk lokal yang bagus dan terjangkau, atau kalau mau keren yang fancy cari sepatu branded yang diskonan, kaya saya suka begitu. ๐Ÿ˜€

Sepatu Eagle andalan saya untuk latihan sehari-hari ini sudah tembus 800km kondisinya masih baik, harganya ekonomis lho

Btw saya sudah coba sepatu lari yang ekonomis dan mahal, saya harus bilang performa larinya mah balik ke diri masing-masing, bukan sepatunya. Kalau soal awet, tergantung pola kita memakainya. Soal nyaman, nggak beda juga tuh. Kerennya doang yang jelas beda ๐Ÿ˜€

4. Loosening dan pemanasan

Selalu lakukan loosening atau pelemasan dan pemanasan sebelum mulai berlari.

Pelemesan gunanya untuk melemaskan otot dan persendian supaya rileks tidak kaku, karena kalau kaku itu selain menambah risiko cedera juga buang-buang energi jadinya cepat capek.

Pemanasan gunanya supaya badan kita nggak kaget, terutama jantung. Jantung ini paling nggak suka dengan aktifitas yang meningkat tiba-tiba, coba deh perhatikan detak jantungnya. Detak jantung terlalu tinggi itu berisiko besar lho. Tapi kalau aktifitas kita meningkat secara bertahap jantung akan mengikuti dengan betahap juga, suhu tubuh akan optimal, kondisi ini jauh lebih aman.

5. Mulai pelan saja

Target pertama kita adalah adaptasi dan penguatan tubuh terutama jantung, sistem pernapasan, dan juga otot-otot kaki, lalu pelan-pelan kita bangun stamina. Jadi nggak perlu langsung tancap gas nge-push.

Mulailah berlari dengan pelan-pelan saja, sepelan mungkin yang kita sanggup. Kalau pelan masih sulit, mulai dengan jalan saja dulu. Santai saja, kita selang seling antara jalan dan lari, misal 1 menit jalan 1 menit lari, atau 1 menit jalan 2 menit lari. Terserah sesuaikan saja dengan kemampuan kita saat ini, malah kalau misalnya cuma sanggup 5 menit jalan 1 menit lari biar saja. Usahakan kalaupun kita capek jangan berhenti diam, tapi lanjut jalan saja biarpun pelan.

Kalau haus perlu minum juga minum saja. Jangan sampai kita dehidrasi, tapi sedikit-sedikit saja minumnya karena kalau terlalu banyak malah efeknya nggak enak di lambung.

Alon-alon asal kelakon

Lakukan itu terus. Semakin lama nanti perbandingan antara jalan dan lari akan semakin mengecil dan akhirnya kita akan mampu lari non-stop. Artinya stamina kita semakin lama semakin membaik, baru dari situ kita boleh mulai berpikir kecepatan.

Prinsipnya di lari itu, kecepatan akan mengikuti sendiri kalau staminanya sudah terbentuk.

6. Konsisten

Konsistensi adalah kunci sukses di segala bidang, termasuk lari juga. Buat jadwal lari dan ikuti dengan konsisten, sebaiknya seminggu dua kali deh minimal. Atau bisa tiga kali lebih bagus. Kalau terpaksa nggak bisa ya bolehlah seminggu sekali, walaupun menurut saya kurang bagus juga karena ketika kita mulai lagi lari seminggu kemudian badan kita harus adaptasi ulang lagi.

Nggak perlu terlalu lama juga tiap sesinya, sesuaikan kemampuan saja. Bisa 15-30 menit saja dulu deh. Bisa jalani konsisten itu dalam 2-3 bulan perubahannya ke badan terasa lho, malah sebulan juga sudah bisa terasa kok.

Bisa jalani itu 6 bulan badan kita akan ketagihan, kalau bolos lari beberapa hari saja rasanya nggak enak badannya. Lari nantinya jadi kebutuhan seperti kita makan dan minum.

Kalau sudah begitu, terserah, apakah mau meningkatkan level lari kita, jadi racer mengejar PB (personal best) seperti saya, jadi maniak lari yang suka tantangan baru, atau cukup segitu saja konsisten menjaga badannya supaya tetap fit, bebas lah.

7. Have fun and enjoy

Ini tips terakhir yang tak kalah penting dan juga sama seperti no 6 berlaku di semua bidang, have fun and enjoy. Dibawa senang dan nikmati.

Karena kalau bisa begini kita akan berlari dengan rasa senang tanpa beban, tapi kalau nggak bisa, lari akan menjadi siksaan panjang seperti neraka.

Lari itu berat Milea

Karena seriously, lari itu berat Milea, kamu nggak akan sanggup, biar aku saja. ๐Ÿ˜€

Oke deh, sekian 7 tips dari saya buat kalian yang mau mulai berlari. Gampang kan? Jadi, ayo mulai lari sekarang!

Semoga bermanfaat, nantikan tulisan saya selanjutnya, stay tuned!

Salam sejahtera.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *