BELAJAR SANTUY, MINGGU 8

Spread the love

Selesai sudah minggu ke-8 program Belajar Santuy, minggu yang boleh dikatakan semakin “seram” saja, jujur saja memang kerasa nggak enak hawanya di luar karena wabah Covid-19 ini, bahkan banyak wilayah yang sudah menerapkan lockdown mandiri. Semoga saja wabah ini bisa segera diatasi dan kita semua bisa melalui ini dengan aman.

Saya masih suka lari di luar tapi dengan ekstra waspada, mulai dari memilih waktunya, perlengkapan, memilih jalur juga. Intinya sih saya menghindari tempat-tempat yang banyak orang.

Kembali ke Belajar Santuy, minggu ini seperti saya sudah bilang di tulisan minggu 7 kemarin saya akan menggunakan zona HR berdasarkan perhitungan Friel yaitu 139 – 150 BPM karena ini rasanya lebih realistis, jadi sepertinya sih bye bye MAF.

Minggu 8 ini juga saya menarik kesimpulan bahwa HR ternyata tidak terpengaruh oleh cadence, tapi oleh pace. Karena setelah berkali-kali percobaan cadence dari mulai 160 SPM sampai 175 bahkan 180 SPM ternyata HR sama saja untuk pace yang sama.

Misal saja untuk pace 8:00 – 8:30an itu sama saja HR-nya ada di kisaran 140 rendah, saya coba dengan cadence tinggi 170-an bahkan 180 ataupun cadence 160-an sama saja HR-nya di situ. Pace 9 juga sama saja HR-nya di bawah 140 terlepas dari cadence tinggi ataupun rendah.

Akhirnya saya putuskan nggak lagi memusingkan masalah cadence, dibiarkan natural saja yang penting bisa lari senyaman mungkin dan masih bisa jaga form.

Jadi sejauh ini form sudah oke, urusan cadence juga selesai, zona HR sudah dipastikan jadi sepertinya semua sudah oke. Berikutnya tinggal konsisten saja di zona itu sampai akhir April, kita lihat deh bagaimana perkembagannya.

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *