BELAJAR SANTUY, MINGGU 7

Spread the love

Nggak kerasa sudah tujuh minggu nih program Belajar Santuy, gimana nih ceritanya di saat panas-panasnya penyebaran virus Covid-19 dan minggu pertama semua dirumahkan juga?

Yang jelas sih kurang maksimal, cuma tiga sesi reguler plus satu sesi pendek indoor, hari Minggu harusnya jadwal long run akhirnya batal karena hujan.

Evaluasi

Evaluasi overall sepertinya masih begitu-begitu saja malah agak turun sepertinya karena seminggu ini seperti kejadian minggu sebelumnya saya lari kecenderungan HR-nya malah selalu di area 140 tinggi – 150-an begitu deh, padahal dari segi rasa sudah sangat santai. Entahlah kenapa sebelumnya sempat sudah berhasil bisa konsisten jaga di 140 bawah bahkan 130-an sekarang kok malah susah banget.

Seperti sudah dikatakan minggu kemarin fokus minggu ini adalah menemukan cadence yang pas. Eksperimen dengan cadence rendah saya coba-coba cadence antara 165 – 170 SPM sepertinya nggak banyak menolong menurunkan HR, tetap saja bawaannya naik sampai akhirnya senyamannya saja deh di 168 – 170 BPM. Kalau terlalu rendah 165> itu sudah bisa dipastikan form bakalan rusak.

Terakhir evaluasi lagi masalah zona-zonaan saya menemukan formula Joe Friel yang mengambil lactate threshold sebagai dasar pembagian zona, nanti deh cerita lebih detilnya yang jelas untuk zona aerobic berdasarkan rumus Friel ini zona saya ada di rentangan 139 – 150 BPM. Ini rasanya lebih masuk akal karena lari santai saya HR-nya memang di kisaran 145 – 150 BPM, itu larinya nyaman dengan form dan cadence yang enak, masuk lah kriteria 3C comfort, controlled dan conversational.

Jadi sepertinya saya akan pakai zonanya Friel ini saja mulai minggu 8, screw MAF deh nggak realistis kayanya kalau buat saya.

Oke, kita lihat nanti di akhir minggu 8 seperti apa perkembangannya.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *