BELAJAR SANTUY, MINGGU 5

Spread the love

Yes… Minggu kelima program latihan lari Belajar Santuy ditutup saja deh hari Sabtu ini tanggal 6 Maret 2020 dengan (semi) long run tadi pagi, lalu apa aja nih kemajuannya dibanding minggu ke-4, kita lihat…

Gambar berikut ini adalah summary tiap minggunya, sengaja saya ambil cuma sesi lari terakhir di minggu yang bersangkutan karena lebih representatif sepertinya, lagian nanti kebanyakan juga kalau semua sih yah.

Prestasi besar

Jadi long run kali ini saya anggap sebagai satu prestasi besar karena akhirnya saya bisa lari konsisten dengan menjaga HR di bawah batas MAF, yes!!! Ini kemajuan sangat signifikan bahkan dibandingkan dengan long run minggu lalu, hanya memang memakan korban ada bagian sol sepatu yang lepas. Hadeuh!

Korban long run hari ini

Setengah jalan berhasil menjaga HR di bawah 140 ( jujur saya sendiri surprised banget ini) baru kemudian setelah lewat setengah jalan HR mulai masuk ke wilayah 140, tapi itu pun masih 140 bawah sampai tengah. Jadi masih di bawah batas MAF dan masih dalam batas wajar apalagi mengingat itu sudah masuk 1 jam bahkan lebih, mulai terasa capek plus sedikit mulai nggak sabar pengennya cepat pulang, hehehe.

Memang sebelum ini pun saya pernah mengalami lari menjaga HR di bawah 140 waktu tanggal 6 Februari. Tapi ini berbeda, walaupun kalau dilihat dari pace sepertinya kurang lebih sama tapi waktu itu saya melakukan super slow jog dengan baby step yang super nggak nyaman dan terpaksa juga harus melakukan mode run – walk karena tetap saja HR nyelonong ke 140+. Tapi kalau sekarang itu full lari, nyaman, santai, smooth, enak lah pokoknya walaupun memang sih secara pace masih tergolong kuya.

Pandangan saya tentang MAF

Hari ini sepertinya pandangan saya tentang Maffetone atau MAF training mulai bergeser. Tadinya saya melihat bahwa MAF ini kurang realistis, batas HR-nya terlalu rendah begitu.

Buat saya lari dalam batas 133 – 143 BPM itu rasanya mustahil dilakukan padahal kurang lambat apa lagi sudah maksimal lambatnya, sudah pakai jurus niko-niko ala Hiroaki Tanaka pula. Satu-satunya cara saya menjaga HR di batas itu adalah dengan banyak jalan, kalau begini jadinya bukan latihan lari lagi tapi jalan-jalan.

Ngomong-ngomong Profesor Hiroaki Tanaka ini orang yang memformulasikan konsep slow jogging dengan niko-niko pace-nya, beliau ini memecahkan personal best marathon 2:38:50 pada usia 50 tahun! Peningkatan yang luar biasa signifikan dari PB marathon sebelumnya 4:11 yang dicapainya ketika berusia 30-an, gile nggak tuh aki-aki!

Konsep slow jogging ini sebetulnya nggak jauh berbeda dengan konsep low heart training maupun MAF, sama-sama bermain HR di zona rendah. Sedikit beda perhitungan saja jadi ada perbedaan di batas zonanya beberapa BPM, plus Prof. Tanaka ini betul-betul mencontohkan tekniknya bagaimana sih praktiknya lari niko-niko ini, jadi kita bisa lihat langsung riilnya. Coba cek deh Youtube Slow Jogging.

Balik lagi tadi, saya sempat berpikir untuk abaikan saja batas MAF ini karena sepertinya mustahil ya lari dengan HR serendah itu, nggak mungkin saya pikir latihan lari kok malah dengan banyak jalan. Saya sempat terakhir-terakhir menggunakan batas antara 140 – 153 sebagai zona easy untuk latihan karena sepertinya lebih realistis dan rasanya juga memang nyaman di situ.

Tapi setelah hari ini saya mulai memiliki keyakini bahwa konsep ini bisa bekerja, cuma memang ada prosesnya. Prosesnya butuh perjuangan, waktu, komitmen, disiplin, yah standard sebetulnya deh apapun juga begitu kan.

So untuk minggu 6 sepertinya saya sudah punya base-nya nih tinggal melanjutkan dari situ, kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti yah.

Sampai nanti, dan salam.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *