11 ALASAN KENAPA HARUS LARI

Spread the love

Dari sekian banyak olahraga kenapa harus memilih lari ya? Memangnya apa manfaat dan bagusnya lari sih?

Mungkin seperti itu kira-kira pertanyaan kamu yang terheran-heran kenapa banyak orang begitu semangat berlari dan begitu banyak event lari digelar.

Nah seperti apakah itu yuk kita lihat.

1. Murah dan mudah

Lari itu sebetulnya olahraga murah, karena tidak butuh peralatan atau tempat khusus. Paling-paling butuh sepatu yang layak saja, harganya di toko online 200-300 ribu juga bisa dapat yang bagus, malah di bawah 200 ribu juga ada. Atau tunggu sampai ada sale sepatu branded. Bahkan sebetulnya lari tanpa alas kaki alias nyeker juga bisa, bagus malah, asal hati-hati saja.

Yang membuat lari itu mahal adalah ketika kita mulai terobsesi personal best. Mulai deh ini racunnya, ikutan race sana sini, bayar coach, beli training plan, beli sepatu branded mahal, beli jam Garmin, langganan Strava premium, dan perlengkapan tetek bengek lainnya yang sebetulnya nggak butuh-butuh amat kecuali yang memang jadi mandatory gear jenis race tertentu.

Selain murah lari itu juga mudah, mudah dilakukan dan mudah dipelajari. Iya lah anak batita juga bisa lari, aki-aki juga bisa asal fisiknya memang masih kuat sih. Yang sulit itu kemauan untuk larinya, godaan malasnya saja.

Memang ada beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai kalau kita ingin berlari lebih aman dan efisien, tapi itu nggak susah-susah amat kok belajarnya.

Jadi alasan pertama adalah lari itu murah dan mudah, sangat cocok buat kita yang ingin sehat tapi nggak mau keluar banyak uang dan nggak mau terlalu ribet juga.

2. Menguatkan jantung

Lari itu sangat bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan jantung dan sistem peredaran darah, cardiovascular istilahnya. Jantung ini ngomong-ngomong masih masuk top ten penyakit mematikan di dunia, nomer satunya malah.

Berdasarkan studi di Amerika risiko seorang pelari untuk terkena serangan jantung adalah 45% lebih rendah dibanding dengan non-pelari.

Tapi manfaat lari ini bisa didapat apabila larinya dilakukan dalam porsi dan intensitas yang sesuai dengan kapasitas tubuh kita, jadi tidak sembarangan juga. Kuncinya adalah kita menjaga agar larinya selalu dalam intensitas rendah.

Karena kalau dipaksakan berlebih malah bisa berbahaya bahkan sudah ada beberapa kasus pelari yang sampai meninggal saat mengikuti maraton.

Kejadian ini sebetulnya bukan gara-gara lari lalu kita malah menyalahkan lari, tapi ini akibat tubuhnya terlalu dipaksakan melebihi batas kapasitasnya.

Sebetulnya untuk kesehatan jantung tidak perlu juga menjadi pelari 10K apalagi maraton, cukup jogging rutin 5 – 10 menit saja sudah bisa menurunkan risiko serangan jantung dengan sangat signifikan. Mau lebih lama dari itu lebih bagus memang asalkan tetap masih dalam batas.

Jadi kalau kita concern terhadap kesehatan jantung alasan yang kedua ini bisa menjadi motivasi untuk mulai berlari, sama seperti saya dulu.

3. Menguatkan otot, tulang, dan persendian

Manfaat lari berikutnya adalah untuk menguatkan otot, tulang, dan persendian. Bukan hanya di daerah kaki tapi juga daerah core atau inti yang merupakan bagian tubuh yang sangat penting.

Daerah inti ini adalah tubuh bagian tengah, sekeliling dada sampai panggul. Ini adalah pusat gravitasi tubuh kita dan merupakan struktur utama penyangga tubuh secara keseluruhan yang tersambung melalui tulang belakang.

Otot-otot inti adalah pusat keseimbangan, koordinasi gerakan anggota badan, dan menjaga postur tubuh. Ini adalah penunjang seluruh aktifitas kita sehari-hari termasuk berolahraga.

Banyak memang terjadi kasus cedera terutama di daerah lutut dan pergelangan kaki yang menimpa para pelari serius sehingga muncul anggapan bahwa lari itu olahraga yang berisiko cedera tinggi.

Tetapi ini lebih banyak disebabkan karena porsi lari yang terlalu berlebih atau teknik lari yang kurang tepat, atau sering juga karena salah memilih alas kaki. Dengan porsi dan teknik yang tepat juga alas kaki yang sesuai lari ini justru menguatkan tubuh bukan sebaliknya.

Buktinya, banyak orang berusia lanjut 60+ masih sangat fit bahkan sanggup finish maraton lebih cepat dari orang-orang berusia jauh lebih muda. Bahkan ada seorang kakek bernama Gene Dykes yang usianya sudah 70 tahun lebih, kakek ini masih sanggup lari maraton dan finish di bawah 3 jam! Gilanya lagi dia bisa melakukan itu berkali-kali.

Artinya Gene Dykes ini memiliki tingkat kesehatan fisik yang luar biasa baik itu jantung, otot, maupun tulangnya. Selidik punya selidik ternyata dia sudah rajin berlari secara konsisten sejak 50 tahun yang lalu, jadi ini bukti nyata manfaat olahraga lari.

Ayo nih buat yang concern dengan kondisi fisiknya, masa kalah sama aki-aki dan nini-nini.

4. Meningkatkan kesehatan mental dan emosi

Ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, lari juga sangat bermanfaat untuk kesehatan mental. Lari bisa menurunkan tingkat stres dan kegelisahan juga meningkatkan mood, bawaannya jadi hepi begitu.

Karena dengan berlari kadar hormon serotonin, dopamin, dan endorfin akan meningkat secara alami. Ketiga hormon ini mempengaruhi emosi seseorang menjadi lebih positif.

Jadi kalau kita merasa stres atau marah atau emosi negatif lainnya, tidak perlulah kita sampai menggunakan obat-obatan yang efek sampingya bisa berbahaya, cukup lari sajalah.

Yang keempat ini sepertinya memang salah satu alasan banyaknya orang dari kalangan yang boleh dibilang mapan terjun ke dunia lari, untuk melepas stres akibat rutinitas mereka.

5. Memelihara fungsi otak

Alasan kelima, lari juga ternyata bermanfaat untuk memelihara fungsi otak.

Ada penelitian menunjukan bahwa aktifitas aerobik seperti lari bisa membantu menjaga fungsi kongnitif otak dan kecerdasan seiring dengan bertambahnya usia.

Karena itu kalau kita ingin otak tetap tajam, tidak mudah lupa, tetap aktif walaupun usia bertambah maka mulailah berlari.

6. Awet muda

Ini juga manfaat lari yang luar biasa saya bilang sih, lari itu melancarkan metabolisme, mempercepat regenerasi sel, dan memperlambat proses penuaan. Ini kata penelitian lho bukan kata saya.

Nah, buat kamu yang kebetulan punya cita-cita tetap muda dan nakal selalu sepertinya ini adalah alasan yang bagus untuk mulai berlari yah, hehehe.

7. Membakar kalori

Lari itu tentu saja membutuhkan kalori dalam jumlah cukup besar, sumber kalorinya dari karbohidrat dan lemak. Berapa banyak kalori yang dibakar tentu saja tergantung kepada intensitas larinya. Gampangnya sih semakin lama, semakin intens, dan semakin sering larinya otomatis semakin banyak kalori yang dibakar.

Banyak kalori yang dibakar artinya banyak karbohidrat dan lemak yang dibakar, ini tentu saja alasan yang bagus buat kamu yang berniat menurunkan berat badannya.

Yang perlu diingat adalah kita harus perhitungkan antara apa yang kita makan dengan intensitas larinya. Untuk menurunkan berat badan pastikan kalori yang dibakar lebih banyak daripada yang kita masukkan, jangan sampai larinya cuma 5 menit jogging tapi lanjutannya nasi padang dua porsi lengkap.

8. Interaksi sosial

Belakangan ini lari semakin populer bukan hanya di Indonesia tapi juga di banyak negara. Sepertinya malah sudah menjadi bagian dari gaya hidup, jadinya lari sekarang bukan lagi sesuatu yang eksklusif yang hanya dilakukan para atlet profesional.

Ini bisa dilihat dari semakin banyaknya bermunculan klub atau komunitas lari lokal maupun mancanegara, kemudian banyak juga platform lari yang mendukung seperti Strava, Nike+, Amazfit, dan lainnya. Di situ tumpah ruah berbagai level pelari dari yang paling pemula sampai profesional.

Event lari juga banyak digelar di berbagai kota di Indonesia, dan antusiasmenya sangat tinggi. Pesertanya selalu membludak, bahkan Pocari Sweat Run 2019 kemarin seluruh slot ludes hanya dalam waktu setengah jam saja.

Jadi dengan lari ini selain sehat manfaat lainnya kita bisa sekalian memperluas relasi dan pergaulan, dan tentu saja… cari pasangan!

9. Pondasi olahraga

Lari merupakan pondasi di banyak cabang olahraga, hampir semua basic-nya itu. Silat, basket, bulutangkis, sepakbola, banyak deh, bahkan rider MotoGP rutin melakukan jogging. Ngomong-ngomong MotoGP seorang Marc Marquez bisa finish 10K dalam waktu 37 menit lho!

Jadi kalau kita kebetulan menekuni satu cabang olahraga kemungkinan besar lari sudah menjadi menu latihan wajib.

10. Candu

Boleh percaya atau tidak, lari itu candu, sulit berhenti apabila kita sudah bisa enjoy. Ini kenapa orang yang sudah suka lari akan terus berlari sampai tua, dan seorang runner yang kecanduan biasanya akan mencari tantangan baru.

Yang sudah bisa 5K ingin 10K, yang sudah 10K ingin half marathon atau marathon, yang sudah marathon ingin ultra atau trail, begitu terus.

Saya pikir tidak ada salahnya kita kecanduan sesuatu yang baik yah, daripada kecanduan alkohol atau narkoba gitu kan. Hanya saja tetap harus diingat jaga agar porsinya tidak melebihi kapasitas kita.

11. Manfaat khusus dewasa

Nah ini dia the ultimate reason, manfaat lari yang saya yakin bakalan pada demen, hayo ngaku!

By the way, manfaat yang ini sih khusus dewasa yah, hehehehe.

Lari itu meningkatkan libido dan performa di tempat tidur, ini berlaku untuk pria dan wanita. Bukan kata saya lho, ini kata penelitian yang kebetulan sudah dibuktikan sendiri.

So, masih ragu-ragu atau malas buat lari? Wuaduh masbro!

Penutup

Jadi begitulah sobat runner ada sepuluh alasan kenapa sih kita harus lari, manfaat lari itu keren lah, sehat fisik sudah pasti, sehat jiwa juga, sehat dompet, dan bonus bisa dapat jodoh plus modal buat “ehem ehem” pula!

Silakan kalau ada yang mau menambahkan siapa tahu punya alasan lain, tulis di kolom komentar yah.

Buat sobat runner yang sudah rajin berlari, selamat kamu berada di jalur yang benar! Semoga tetap istiqomah. Dan buat yang belum mulai atau masih ragu-ragu semoga ini bisa menjadi motivasi kamu untuk segera nyemplung yah.

Salam.

FOREVER YOUNG WITH RUNNING AND ROCK N’ ROLL

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *